Ayo Menulis!

Hai teman-teman ^_^ Berhubung hari ini Salsa dikasih kesempatan buat buka blog, alhasil Salsa mau nge-blog sepuas-puasnya hihi :D Nah! Kalau postingan yang tadi membahas soal buku-buku Salsa, maka kali ini Salsa akan membahas cerpen-cerpen Salsa yang pernah diterbitkan di media cetak. Namun, sebelum membahasnya, Salsa ingin cerita-in dulu awal mula Salsa tertarik dengan dunia tulis-menulis. Yuk, Disimak!

Awalnya, Salsa suka nulis itu pas pertama kali liat buku KKPK di salah satu supermarket. Begitu lihat penulisnya masih belia, hati Salsa langsung kepincut buat beli buku itu. Namun, mama yang lagi sibuk belanja berbagai macam kebutuhan rumah, menolak membelikannya. Alhasil, Salsa pun memohon-mohon (nggak sampai merengek-rengek ya) untuk membelikan buku itu. Mungkin, karena kasihan atau emang nggak mau jadi bahan tontonan di depan umum, mama pun memberikan lampu hijau *emang mau nikah*. 

Singkat cerita, Salsa berhasil mendapatkan buku itu dan membacanya sampai tuntas. Nah! Dari situlah awal mula Salsa tertarik untuk menulis suatu cerita. Berbekal dengan pujian-pujian dari Guru yang sering bilang karangan Salsa bagus, Salsa pun mulai menulis. Sayangnya, keinginan tersebut sempat terhambat karena di rumah belum ada komputer ataupun laptop. Untungnya, ayah Salsa yang baik hati bersedia memberikan Salsa sebuah laptop. Walau laptop itu sudah bekas, tapi Salsa tetap senang dan bangga bisa memilikinya. Sampai sekarang, laptop itu masih Salsa simpan karena mungkin saja suatu hari bisa dijadikan benda bersejarah wkwkwk :v.

Setelah menulis beberapa cerpen dan satu novel yang nggak selesai-selesai, tiba-tiba saja rasa malas menyergap. Salsa jadi nggak mau menulis cerita gara-gara menurut Salsa, menulis itu susah. Alhasil, Salsa pun memilih untuk menulis puisi-puisi untuk sementara waktu. Dan pada masa-masa terakhir Salsa di bangku sekolah dasar, keinginan untuk menerbitkan sebuah karya itu akhirnya kembali muncul ke permukaan. Salsa jadi semangat lagi buat menulis cerita-cerita. Alhamdulillah, karya pertama Salsa berhasil terbit di rubrik "Media Anak" milik koran Media Indonesia. 
Media Anak, 13 Mei 2012

Saat itulah, minat menulis Salsa semakin besar dan kian menggebu-gebu di dalam hati. Salsa seketika berubah jadi makhluk pantang menyerah! Hihi :D Apalagi, beberapa minggu setelah itu Salsa dikabari pihak sekolah bahwa ada satu paket untuk Salsa. Karena waktu itu Salsa sudah selesai menjalankan UN dan tidak bersekolah lagi di SD itu, jadinya Salsa merelakan diri pergi ke sekolah di siang bolong hanya untuk mengambil paket itu. Namun, begitu isinya dibuka di rumah, Salsa langsung terkejut. Peluh yang membanjiri tubuh jadi hilang seketika. Ternyata, paket itu berisi sebuah surat penghargaan dan hadiah yang dikirimkan dari Panitia Penerbit Buku Anak Komisi Nasional Indonesia untuk Unesco. Seketika itu juga, Salsa langsung sujud syukur ketika melihat nama "Unesco" tertera di surat itu. 
Inilah surat pertama yang Salsa terima dari suatu instansi dan berhasil buat mata nggak berkedip beberapa menit :D
Setelah mendapatkan penghargaan itu, Salsa jadi makin semangat untuk menulis. Namun, biar agak berbeda, Salsa pun memberanikan diri untuk mengirimkan sebuah puisi ke media cetak yang sama.
Puisi ini Salsa buat beberapa hari sebelum acara perpisahan di SD.
Saat itu, Salsa juga memberanikan diri untuk mengikuti suatu kompetisi menulis yang sudah ada sejak Salsa masih TK hehe :D Kompetisi menulis itu adalah Children Helping Children (CHC) yang diselenggarakan oleh Tupperware Indonesia. Program CHC tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan minat menulis di kalangan anak-anak Indonesia, tetapi juga untuk meningkatkan semangat tolong-menolong. Setiap karya yang dikirimkan akan dihargai Rp. 10.000 oleh pihak Tupperware. Nantinya, uang yang sudah terkumpul itu akan disumbangkan untuk pendidikan anak-anak yang kurang mampu. Walau tidak berhasil menyabet posisi dalam jejeran pemenang, Alhamdulillah Salsa berhasil masuk TOP 50 dan mendapatkan sebuah penghargaan dan hadiah :)
Makasih buat panitia yang sudah mengirim sebuah surat yang melebihi surat cinta buat Salsa hihi :D
Baru-baru ini, Salsa juga berhasil mejengin karya Salsa di sebuah Majalah Jabodetabek. Sayangnya, karena belum tersebar di kota Medan, Salsa harus nungguin dulu sampai majalah itu tiba di rumah. Walau sedikit lama, tapi kegembiraan ketika membaca cerpen itu tetap tak pudar.
 Majalah Soca edisi 19, Maret 2014

Nah! Itulah sedikit cerita tentang sejarah Salsa memutuskan untuk berkecimpung di dunia literasi anak. Walau karya Salsa belum banyak, tapi seperti yang sudah Salsa bilang di postingan awal, Salsa akan terus berusaha memberikan karya terbaik untuk negeri ini. Doakan saja ya semoga Salsa dapat menelurkan karya-karya lainnya yang tidak hanya menyenangkan hati Salsa, tetapi juga hati teman-teman sekalian. 

Sekian dulu postingan kali ini. Semoga kita bisa ketemu di lain waktu ya. Bye, bye ^_^


Karya-Karyaku

Hai teman-teman ^_^ Apa kabar? Udah lama ya Salsa nggak nongol di dunia blog. Hihi :D Ada yang kangen, nggak? wkwkwk :v *apaansih*. Maaf ya kalau Salsa jarang nge-posting di blog ini. Ini semua gara-gara jadwal sekolah yang puaaddddetttt banget *soksibuk* #lebay. Sebetulnya, bukan karena itu aja, sih. Waktu itu Salsa penah ngabisin kuota internet modem sampai ludes seludes-ludesnya cuma gara-gara nge-blog. Alhasil, langsung dapat hadiah dari mama *diomelin*. Mulai dari situlah Salsa jarang nge-blog karena trauma yang berkepanjangan #halahhh. Ya udah, dari pada kelamaan prolog, mending langsung aja kita bahas sesuatu yang menarik di postingan ini hihi :D

Oke. Kali ini Salsa mau bahas soal buku Salsa nih :D *ceritanyapamer*. Nggak apa-apa kan sekali-sekali bahas karya Salsa dari hasil perjuangan melototin laptop dan menarikan jari-jari ini di atas keyboard. hihi :D Sebetulnya, buku Salsa udah lama terbit. Tapi, berhubung baru kali ini sempet nge-blog, alhasil baru sekarang deh Salsa posting. Nih! Bagi yang penasaran, monggo disimak yaaa...

1. KKPK Juice Me Tersandung Hobiku (Kompilasi)
    Sebenarnya, di dalam buku ini ada karya pertama Salsa yang dinyakan layak terbit oleh pihak Dar! Mizan. Tapi, terbitnya malah keduluan sama buku yang satu lagi hihi :D Oke. Ini sinopsisnya ya:

    Ssst... ternyata Thia pernah tersandung lho. Tapi, bukan sembarang tersandung, tersandung yang ini bisa bikin panik semua orang. Hm... tersandung apa, sih?
    Ada juga Nadhif yang kebayakan eksperimen di dapur sampai menghasilkan masakan ajaib dan anehnya masih sanggup dia makan bahkan menyebabkan kebakaran kecil di dapur. Aduh, gawat!
    Selain itu, ada cerita Aufa yang kebanyakan makan durian sampai jatuh sakit, Berliana yang kapok belajar memasak kalau ada anak kecil yang hiperaktif, dan masih banyak lagi cerpen seru lainnya. Rugi kalau enggak baca semuanya!

2. PCPK My Spooky Moment (kompilasi)
    Kalau yang ini agak beda dari karya di atas ono. Yap! Berbau horor. Waktu itu sebenarnya nggak niat ikutan lomba My Spooky Moment yang diadakan Penulis Cilik Punya Karya. Soalnya, pas liat temanya, langsung nelan ludah. Tapi, akhirnya Salsa beraniin buat bikin cerpen horor dari pengalaman seorang teman dan mengirimkannya ke lomba itu. Alhasil, inilah dia *jreng!jreng!:
    Tiang Listrik, kebun kosong, pohon, rumah sakit, bahkan bangku kelasmu ternyata tak luput dari hunian makhluk halus! Kyaaa, beneran? Yup! Mungkin saja! Apakah kamu yakin bahwa seseorang yang bersepeda bersamamu di jalan adalah manusia biasa? Ataukah dia manusia yang telah meninggal beberapa waktu yang lalu? Apakah kamu tak berpikir bahwa suatu hari sahabatmu meninggal dan arwahnya mengikutimu kemana pun?
      Bulu kudukmu berdiri? Jangan menoleh ke belakang! Bisa jadi "mereka" sedang berada di sekitarmu. Memperhatikanmu. Menantimu membaca tuntas buku ini agar kamu tahu bahwa sebenarnya "mereka" ada!
Itulah 2 karya Salsa yang sudah terbit. Walau masih kompilasi bersama teman-teman lainnya, Salsa terus berusaha memberikan karya terbaik untuk negeri ini *ceilahhh*. Doakan ya semoga Salsa bisa segera menerbitkan novel solo ^_^

Sekian dulu ya postingan Salsa kali ini. Semoga kita bisa ketemu di lain kesempatan dalam keadaan sehat wal'afiat. Hehe :D Bye, bye :)

Gaun Merak Kemenanganku | Cerpen

Hai semuanya! Bantu vote, ya! Satu vote dari kalian, sangat berguna sekali bagiku:) Terimakasih sebelumnya^_^ http://kaudanaci.com/Cerpen/gaun-merak-kemenanganku.html

Berhadiah total Rp 20.000.000, Deadline : 26 Desember 2013



Suka menulis? Yuk, ikuti kontes menulis Kau dan ACI. Selain hadiahnya oke punya, yang pasti untuk ikut kontes ini tidak dipungut biaya alias GRATIS! Apa saja syarat dan ketentuannya, silakan simak berikut ini.
Nama Lomba : Lomba Menulis Cerpen  ‘’Catatan harian Kau dan ACI (Aku Cinta Indonesia)’’ versi KAMU.
Syarat
  • Peserta merupakan Pelajar  berusia 12 – 16 tahun
  • Peserta dapat mengirimkan lebih dari 1 (satu) karya
  • Kontes menulis dibuka hingga 26 Desember 2013 pukul 23.59
  • Tidak dikenakan biaya apapun alias GRATIS
  • Peserta diwajibkan men-share info lomba ini melalui media sosial (Facebook/Twiter/dll)
Ketentuan
  • Tulisan merupakan Cerita Pendek  “Kau dan ACI” versi penulis  dengan karakter pemain yang sudah di sediakan
  • Peserta boleh menambahkan karakter pemain yang dibutuhkan dengan  imajinasi bebas.
  • Naskah cerita pendek berupa fiksi sepanjang 2 – 8 halaman. Ketik rapi spasi 1,5, font Calibri (11 pt) atau Times New Roman (12 pt), kertas A4,
  • Tulisan merupakan karya sendiri, bukan terjemahan, saduran, atau plagiat
  • Tulisan belum pernah dipublikasikan di media massa, baik cetak maupun elektronik, serta tidak sedang diikutkan dalam lomba/sayembara lain
  • Wajib melampirkan fotocopy/softcopy Kartu Pelajar atau fotocopy/softcopy akte kelahiran. kartu pelajar/akte bisa di scan atau difoto kemudian dilampirkan pada email.
  • Melampirkan biodata penulis pada halaman terakhir naskah. Isi biodata
    • Nama
    • Tempat, tanggal lahir
    • Alamat dan tlp
    • Nama Sekolah
    • Alamat Sekolah
    • Akun Facebook
    • Akun Twitter

Naskah dikirim (dilampirkan di attach files, bukan di body e-mail) ke alamat e-mail:  lombamenulis@kaudanaci.com.
Tulis judul e-mail dan file naskah dengan format: Nama Penulis – Judul Tulisan
Naskah menjadi milik panitia dan hak cipta tetap pada penulis.

Penjurian dan Hadiah
50 Pengirim Pertama akan mendapatkan merchandise film kaudanACI.
Dari keseluruhan finalis, akan diambil 11 pemenang, yang terdiri atas 1 pemenang utama pilihan juri dan 10 pemenang favorit pilihan voter/pemirsa.

1 Pemenang pilihan juri tidak berdasarkan banyaknya vote/like dari pembaca, melainkan murni penilaian juri.
10 pemenang favorit ditentukan dari banyaknya ‘like’ pada naskah yang diposting di www.kaudanACI.com (voter dapat login Facebook untuk memberi like pada tulisan di web).
Pengumuman pemenang tanggal 5 Januari 2014
Hadiah
Juara I berdasarkan penilaian dewan juri
Uang tunai Rp. 4 Jt
Tiket Film KAU dan ACI sebanyak : 4 tiket
Merchandise Film KAU dan ACI
Juara 1 terfavorit (berdasarkan jumlah like) mendapatkan;
Uang tunai Rp. 2,5 Jt
Tiket Film KAU dan ACI sebanyak : 2 tiket
Merchandise Film KAU dan ACI
9 urutan terfavorit berdasarkan jumlah like mendapatkan :
Uang tunai Rp. 1,5 Jt
Tiket Film KAU dan ACI sebanyak : 2 tiket
Merchandise Film KAU dan ACI

Magazine Secret


               Ghreta Marsiila Isnain, atau akrab dipanggil Ghreta adalah seorang anak perempuan berambut pirang, tinggi, putih, pintar, dan baik hati. Teman-temannya sering mengira Ghreta mengecat rambutnya agar mirip artis luar negeri. Maklum saja, Ghreta memang nge-fans banget sama artis luar negeri, salah satunya, Britney Spears. Rambut Ghreta yang pirang itu, sebenarnya memang asli. Tapi, karena papanya orang Jerman, sementara mamanya orang Jember, yah.. jadinya, masih ada muka Jawa sedikit, deh. Papa Ghreta adalah orang Jerman yang sudah menjadi WNI (Warga Negara Indonesia). Sementara, mamanya asli orang Indonesia, tepatnya di Jember.
               Ghreta dan keluarganya tinggal di daerah Bandung. Ghreta bersekolah di Fantasy School. Kalian mau tahu, kenapa sekolah Ghreta dinamakan seperti itu? Nama yang cukup unik itu bisa kita lihat dari latar dan benda-benda yang ada di sekolah Ghreta. Mulai dari sapu lidi biasa yang ada di langit-langit sekolah (murid-murid lebih sering menyebutnya sapu terbang), jubah nenek sihir, gentong raksasa, dan masih banyak lagi. Hiiii… Seram, ya! Tapi, semua itu tak seseram penampilannya. Yah… mungkin saja headmaster di sekolah Ghreta adalah penggemar film Harry Potter. 
**
“Hai Ghreta,” sapa Lilia sambil menepuk bahu Ghreta. Lilia adalah sahabat terdekat Ghreta. Maksud sahabat terdekat, karena rumah Lilia dan Ghreta bersebelahan. Makanya, Ghreta dan Lilia menjalin hubungan persahabatan.
“Hai juga Lilia,” sapa Gretha balik.
“Eh, kamu tahu, enggak?”
“Tahu,” jawab Ghreta yang tiba-tiba memotong perkataan Lilia.
“Ih… kamu ini! Kan, aku belum siap ngomong, kenapa dipotong?” gerutu Lilia.
“Ya udah, deh. Memangnya kamu mau ngomong apa?” tanya Ghreta yang masih tersenyum.
“Katanya, si Anggi punya majalah dari Paris. Nah, yang aku bingung itu, dia ngakunya punya majalah itu udah lama. Tapi, kenapa dia nunjukinnya baru sekarang, ya?” jawab Lilia.
“Terus, urusannya sama aku apa?” tanya Ghreta.
“Mungkin aja si Anggi itu pencuri majalah kamuuu…,” jawab Lilia. Majalah Ghreta memang hilang semenjak dua minggu yang lalu. Majalah yang hilang itu adalah majalah “Pets” yang dijadikan buah tangan oleh papanya yang baru saja pulang dari Paris. Tapi, sayangnya majalah itu hilang entah ke mana. Terakhir kali, majalah itu ada di loker Ghreta yang terdapat di kelasnya.
“Jangan su’udzon. Itu nggak baik, lho,” kata Ghreta mengingatkan.
“Aku nggak su’udzon, lho. Hal ini udah aku selidiki semenjak dua minggu yang lalu. Aku nggak berani berbicara, sebelum ada bukti,” jawab Lilia.
“Iya, deh, iya. Tapi, kamu udah dapat bukti belum?” tanya Ghreta.
“Soal itu, ya udah, dong. Ini dia!” jawab Lilia seraya mengeluarkan sebuah anting yang berada di dalam plastik kecil.
“Lho? Kok anting, sih?” tanya Ghreta seraya mengamati anting tersebut.
“Coba kamu ingat! Ini anting siapa?” seru Lilia sambil senyum-senyum.
“Duh.. Siapa, ya? Perasaan, aku pernah lihat anting ini, deh. Tapi, di mana, ya?” kata Ghreta yang berusaha keras mengingatnya.
“Ini tuh antingnya si Anggi yang sombong dan sok paling pertama di kelas,” jawab Lilia.
“Kamu dapatnya dari mana?” tanya Ghreta.
“Aku dapat anting ini di bawah kolong loker kita. Dan itu tepat di bawah barisan loker kamu,” jawab Lilia. “Sebelum majalah kamu hilang, kamu menaruhnya di loker kamu, kan?” tanya Lilia.
“Iya, sih. Tapi, masa Anggi tega nyuri majalah aku?” tanya Ghreta tak yakin.
“Ya tega, lah. Dia kan ingin selalu jadi nomor satu di kelas, ia ingin mengalahkanmu,” jawab Lilia yakin.
“Ya sudah. Lebih baik kita masuk ke kelas dulu,” ajak Ghreta.
“Ya udah. Yuk! Kayaknya Charys juga udah nunggu,” sahut Lilia.
Saat menuju kelas…
            “Ghreta, Lilia! Sini, cepet!” teriak Charys yang sudah berdiri di depan pintu kelas.
             Ghreta dan Lilia pun segera berlari menghampiri Charys.
            “Ada apa sih, ris?” tanya Ghreta heran.
         “Kalian sebaiknya cepat membuka sepatu kalian dan segera masuk ke dalam kelas!” pinta Charys seraya melihat keadaan di luar kelas.  
        “Iya, iya,” jawab Lilia. Ghreta dan Lilia pun segera membuka sepatu mereka. Kemudian, mereka langsung masuk ke dalam kelas.
            “Eh, tutup pintunya!” pinta Charys.
              Lilia pun segera menutup pintu kelas.
            “Ada apa, ris?” tanya Ghreta.
            “Sini, deh kalian berdua!” pinta Charys seraya melihat laci meja tempat duduk Ghreta.
            “Nih!” kata Charys seraya mengacungkan sepucuk surat ke atas.
            “Apaan nih?” tanya Ghreta.
           “Aku juga belum tahu. Aku nemuin itu waktu aku piket tadi. Aku sama sekali belum buka surat itu,” jawab Charys.
            Ghreta pun langsung membuka surat itu. Dan ternyata, isinya:
           Hai putri Ghreta yang lemot, tulalit, dan sok pintar. Lagi kehilangan majalah kesayangan, ya? Hihihi… Kasihan bengettt… kamu sih nggak pernah jaga majalah kamu. 
Huuuu… Pasti kamu bakal kena marah sama mama, papa kamu. Apalagi papa kamu yang
beliin majalah itu. Kamu bakal dimarahi abis-abisan. Dan kamu nggak bakal dapat uang jajan lagi. Hihihi… J Kasihan banget, ya! L. Ya udah, selamat kena marah ya! Hahaha…
            “Ihhh… nyebelin banget, sih,” ujar Charys kesal.
            “Itu pasti si Anggi,” sahut Lilia.
            “Tapi, surat ini surat kaleng,” jawab Ghreta seraya memutar balikkan surat itu.
           “Mana ada maling yang mau ngaku. Kalau ada, penjara udah penuh kali? Betul nggak, ris?” kata Lilia.
            “Iya tuh betul kata Lilia,” kata Charys mendukung Lilia.
Tiba-tiba….
            “Assalammu’alaikum! Eh, ada orang. Kirain, belum ada siapa-siapa,” kata Fani yang tiba-tiba masuk ke dalam kelas.
            “Wa’alaikumsalam,” jawab Ghreta, Charys, dan Lilia serentak.
            “Eh, nanti kita lanjutin pas istirahat aja, ya!” bisik Lilia kepada Ghreta dan Charys.
             Ghreta dan Charys hanya mengangguk tanda setuju.
**
5 hari kemudian…
            “Ghreta, itu…,” kata Charys yag tiba-tiba saja datang dengan napas yang masih terengah-engah.
            “Itu apa?” tanya Ghreta. “Kamu tarik napas dulu. Biar rileks,” pinta Ghreta.
             Charys pun langsung menarik napasnya panjang-panjang, lalu membuangnya perlahan.
            “Gini. Tadi, aku lihat Anggi lagi baca majalah kamu di kantin,” kata Charys yang mulai tenang.
            “Hah?” teriak Ghreta yang kaget.
           “Tarik napas dulu, Ghret!” pinta Charys. “Udah siap? Ayo kita pergi sekarang!” kata Charys seraya menarik tangan Ghreta dan langsung berlari menuju kantin.
             Charys dan Ghreta pun langsung meluncur ke kantin.
Sesampainya mereka di kantin…
            “Ghreta, itu Angginya!” kata Charys seraya menunjuk ke arah Anggi yang sedang duduk sendirian.
              Charys dan Ghreta pun langsung menghampiri Anggi.
            “Ini kan majalahnya Ghreta!” kata Charys seraya menunjuk sebuah majalah yang dipegang Anggi.
            “Kalau iya, emang kenapa?” tanya Anggi dengan wajah sinis.
            “Berarti kamu benar-benar pencuri,” jawab Lilia yang tiba-tiba datang.
         “Aduh… Stoppp!!!” teriak Ghreta. “Kita kan bisa nyelesaiin masalah ini secara baik-baik. Enggak usah pakai kekerasan dan adu mulut,” ujar Ghreta.
            “Tapi, si Anggi kan udah jelas nyuri majalah kamu,” jawab Charys.
            “Iya. Biar….,”
Tiba-tiba…
        “Happy birthday to you, happy birthday to you… happy birthday, happy birthday, happy birthday to you…,” semua orang di kantin pun langsung membuat lingkaran di sekeliling Ghreta. Papa dan mama Ghreta datang dengan membawa kue ulang tahun.
         “Mama? Papa? Ma’am Sri, Ma’am Komala, dan semua ma’am dan sir, kok ada di sini?” tanya Ghreta heran.
          “Ini kan hari ulang tahun kamu. Mama, papa, dan semua guru yang ada di sini sengaja meluangkan waktu mereka untuk merayakan hari ulang tahun kamu,” jawab mama.
       “Karena kamu murid yang paling berprestasi di sekolah kita, makanya semua mau setuju untuk merayakan ulang tahun kamu di sekolah,” kata ma’am Sri.
         “Dan juga, kami sengaja ngerjain kamu dengan cara mencuri majalah kesayangan kamu,” tambah Anggi dengan wajah berseri-seri.
           “Hah? Jadi kalian bertiga ngerjain aku?” tanya Ghreta meyakinkan perkataan Anggi.
           “Yap. Seru, kan? Hahaa….,” tawa Lilia pun meledak. Anggi dan Charys pun ikut tertawa.
         “Apanya yang seru? Tapi, kalian berhasil menipuku habis-habisan. Awas, ya kalian!” kata Ghreta kesal. Pipi Ghreta pun langsung memerah.
           “Yang penting….,”
         Happy Birthday, Ghreta,” ujar Lilia, Charys, dan Anggi serentak. Mereka berempat pun berpelukan. 
***