Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan

Different but Special

Assalammu’alaikum

Hari ini hari apa yaaaa? Ada yang tahu, nggak? Aku yakin semuanya tahu hari ini hari apa. Karena, hari ini adalah harriiiiii…. *jreng,jreng* *ceritanya ada bunyi drum gitu* IBU!!!! Woohooo….^_^ Ya, hari ini adalah hari ibu se-Nasional. Yaaa… walau mamaku punya hari spesialnya se-Nasional sendiri, tapi sampai sekarang mamaku belum go internasional, kok. (you know my mom not join in Miss World, Miss Universe or other beauty event like that because her age.-. I don’t said my mom old, but she’s not young.-.).

My Diary: Belajar Menulis Bareng Raditya Dika (Part II)

Assalammu’alaikum

Karena hari itu hari Jum’at, jadi bel pulang sekolah yang biasanya baru bunyi pukul 12.45 jadi lebih cepat 45 menit (Bilang aja lu pulang jam 12-__-). I believe that you have already known the reason-_- Yaudah, deh. Pas bel yang mirip kayak suara penginformasian jadwal penerbangan di Bandara Kuala Namu itu bunyi, aku langsung cuss keluar kelas. Eh, tapi taunya baru langkahin kaki beberapa senti dari pintu kelas, langsung kedengaran teriakan dari temen-temen yang masih di dalam, “Salputttt!!! Piketttt!!!” *plak* Langsung ingat,  deh kalau hari ini ada jadwal piket yang harus dipenuhi. Kalau nggak, siap-siap aja berhadapan dengan bendahara garang alias Sakinah Azzura yang bakal bebanin denda sebesar Rp20.000 bagi warga IX Archimedes yang nggak mau piket atau lupa piket.
Ini nih si Bendahara garang tapi keceee, lho^_^

Jadi, dari pada ngorbanin diri dengan nggak jajan dua hari, mending aku langsung balik ke dalam kelas, letakin tas di bangku, dan cepetan ambil sapu. Sebenarnya, kalau mood nggak lagi hancur kayak gini, aku nggak perlu diingetin, ditarik-tarik, bahkan dikejer-kejer untuk piket (fyi, ini kebiasaan anak cowok kalau disuruh piket) karena sebagai murid yang tertib berlalu lintas bersihin kelas, insyaallah aku akan istiqomah dengan selalu tertib piket *lebay-nyamulai* Yaaa… walau sebenarnya kalian udah tahu alasan sejujurnya apa.

Oya, tadi aku ada bilang langsung ambil sapu ya? Nah, ada kejadian nggak enak, nih pas mau ngambil sapu. Jadi, ceritanya pas aku udah ngambil sapu dari belakang loker dan udah mau jalan keluar kelas untuk bersihin depan kelas, tiba-tiba aja si Cidut (sebenarnya, nama aslinya Vania Sally Nabila. Cuma, karena badannya cukup bisa dikatakan endut, jadi dia sering dipanggil Cii Endut dan pada akhirnya lahirlah nama CIDUT, yeayyy^_^) langsung nge-rebut sapu yang udah ada di genggaman aku. Tapi, emang dasar anak ini hobinya ngotot, dia tetep aja keukeh mau nge-rebut itu sapu dari aku. Alhasil, terjadilah perebutan sapu ijuk butut di antara kami berdua (Oke. Mungkin, perebutannya kurang ellite, karena biasanya orang nge-rebutin takhta, harta bahkan wanita. Tapi, itulah yang memang terjadi pada waktu itu-__-).

Nah, seperti yang udah kukatakan tadi bahwa badannya endut (I don’t said overweight) sudah pasti tenaganya bisa berkali-kali lipat dari aku (setidaknya, ini kelebihanmu, Cidut:v). Sebenarnya, aku mau ngasih sapu itu gitu aja sama dia, tapi emang pada dasarnya jiwa anak-anak, aku tetep aja mau berkutat dengan perebutan yang bener-bener NGGAK ELLITE ini. Yaaa… if you’re teenager, you know what I feel. Walau badan udah gede dan udah ngalamin pubertas, tapi tetep aja hati nggak bisa dibohongin kalau kita tetep mau kayak anak-anak, isn’t right? :D

And the end, you definitely know who is the winner-__- Akhirnya, cidut berhasil merebut sapu yang dari tadi kupertahankan itu. Tapi, entah karena nggak disengaja atau emang dia kelebihan tenaga, aku malah jatuh tersungkur di lantai dengan punggung yang sempat menghantam dinding papan tulis (Oh, God! It’s so hurt my backbone:( and certainly shamed on me-__-). Mungkin, ungkapan “Sakitnya nggak seberapa, tapi malunya itu” berlaku banget buatku saat itu. Apalagi, waktu itu bunyi hantamannya ke papan tulis cukup kuat dan seketika itu juga beberapa orang yang masih berada di dalam kelas, termasuk Ma’am Nur’aini (guru bahasa Inggris kami) langsung terkejut dan noleh ke arahku. Cidut dan temen-temenku yang lain langsung bantuin aku berdiri dan duduk di bangku aku. Beberapa teman yang nggak nyaksiin kejadiannya secara live langsung nanya-nanya aku yang masih nahan rasa sakit di punggung. I think it’s my unlucky day because my whim with my friend had ended in great pain-__-
Ini dia si Cidut. Hobi banget bilang, "Laper lah, poetttt," :D

Beberapa orang yang lihat kejadian itu secara langsung termasuk Ma’am Nur’aini langsung nge-jelasin kejadian tadi dan seisi kelas langsung ketawa ngakak. Yaaa… walau sakit, tapi setidaknya ada hikmah di balik kejadian itu. Hikmah apa? Jangan main-main kalau lagi kerja? Bukan. Aku jadi nggak piket! Yuhuuu… ^_^ Temen-temen nyuruh aku duduk aja biar punggungnya nggak sakit lagi. Thank you, all. I love all of you so much ({})({})({}).

Singkat cerita, aku langsung cusss pulang ke rumah setelah nungguin temen-temen selesai piket. Sampai di rumah, aku langsung menghempaskan diri di atas kasur dan rebahan selama beberapa saat di atas tempat yang superrrr dupeerrr empuk bagiku itu. Tapi, pas lagi menikmati suasana yang damai, tentram dan nyaman itu tiba-tiba langsung keinget tentang acara Coaching Clinic bareng Raditya Dika itu. Oh, gosh! Galau kembali mendera. Ibaratnya, saat itu muncul muka Radit yang palinggg goplaaa, gedung MICC, dan keramaian yang muter-muter mengelilingi kepala. Dan akhirnya, karena aku tipikal orang yang suka bergalau-galau ria lama-lama, aku memutuskan mandi biar badan sedikit seggeeeerrrr.

Setelah mandi, aku pun memutuskan untuk buka lepi. Biasa, lah. Obat penghilang galau yang paling ampuh yaaa ON di Socmed or surfing in search engine to explore many knowledge:D

Sekali Mendayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui

Pas lagi asyik-asyiknya nge-stalk timeline twitter sebagai penghiburan diri, tiba-tiba aja kepikiran untuk nyari info tentang Coaching Clinic bareng Raditya Dika itu. And finally…. I got it! Aku berhasil dapat info CC itu langsung dari website-nya di. Di situ tertera informasi supeerrr duperrr lengkap tentang acara tersebut. Ternyata, bagi siapa saja yang mau ikut bisa mendaftar secara online. Dan nggak ada yang namanya biaya pendaftaran alias 100% free.

Buru-buru, deh aku daftarin diri. Setelah daftar, aku mendapati e-mail dari Loop yang menyatakan bahwa aku harus menyimpan nomor yang diberikan oleh mereka untuk nantinya ditukarkan dengan tiket pada acara coaching clinic tersebut.
Dapet ini kayak dapet kulkas dua pintu. Brrrr... langsung merinding mambooo^_^

Saat itu, rasanya semua kegalauan yang dari tadi mendera langsung hilang. Aaaa…. I felt so excited and can’t wait to meet Raditttt:D Dan aku nggak perlu nge-repotin Nadhif lagi. Bismillah. Semoga ini awal yang bahagia. Aminnn…


Bersambung

My Diary: Belajar Menulis Bareng Raditya Dika (Part I)

Assalammu'alaikum :)

Kalian semua pasti kenal Raditya Dika kan? Itu lhoooo... comic, penulis, sutradara, aktor, sekaligus pengusaha yang mukanya benar-benar tak tampan, absurd dan juga kocakkkk :D *ohhh,yangitu* 

Nah, pada tanggal 21 Sepetember 2014 Salsa berhasil bertemu dengannya. *Hah?Kok bisa?* Bisa, dong :D Setelah menempuh perjuangan yang panjang dan mengorbankan segala daya dan upaya *halahlebay*. Eh, tapi ini beneran, lho. Bukan pekerjaan yang mudah buat ketemu artis balikpapan itu (eh, papan atas maksudnya). Ya udah. Dari pada bacootttt mulukkk dari tadi, mending cusss kita simak ceritanya :D

My Diary: Seminar Part III

Dengan semangat 45, pria berjas itu terus menyerocos panjang, menyapa para peserta seminar dengan guyonan-guyonannya yang menggelitik. Tak lama kemudian, seorang pria lain datang kembali. Ternyata, mereka berdua adalah para pendiri bimbingan belajar O-Friends. Mereka langsung membawakan acara seminar itu secara bergantian. Diawali dengan perkenalan sambil menampilkan foto Justin Bieber, semua penonton langsung tertawa terbahak-bahak. Acara pun kembali berjalan normal setelah ia menunjukkan foto aslinya (yang jelas berbanding lurus terbalik dengan foto Justin Bieber .___.)

My Diary: Seminar Pendidikan Part II

"Iya, Ma. Di brosur alamatnya di Suara Nafiri Convention Hall, kok," jawabku seraya memandangi brosur seminar di genggamanku. "Tapi, kok, ini kayak acara kawinan ya, Ma?"

"Iya. Takutnya pas kita masuk, kita salah alamat. Kan, malu kita tiba-tiba nyelonong masuk ke acara kawinan orang. Malah mama cuma pake kaos lagi," curhat mama dengan gelisah.

My Diary: Seminar Pendidikan Part I

Beberapa minggu yang lalu, Salsa disibukkan dengan berbagai macam kegiatan. Semua itu bermula saat Salsa mengikuti seminar pendidikan yang diadakan bimbel O-Friends pada hari Minggu, 18 Mei 2014. Sebenarnya, saat pengumuman seminar itu Salsa nggak tertarik untuk mengikutinya. Apalagi kalau bukan karena nggak ada teman. Yap! Teman satu kelas nggak ada yang berminat buat ikutan seminar itu. Tapi sayangnya, pas sampai di rumah, mama mengetahui brosur seminar itu tanpa sengaja. Dengan berat hati, besoknya Salsa pun mendaftarkan diri untuk mengikuti seminar tersebut -_-


Akhirnya Kepilih Juga^_^

Hari ini, 08 Oktober 2012 adalah hari yang paling mendebarkan bagiku. Aku berharap, aku bisa minjam alat pengatur waktu milik Doraemon:) Aku pun berjalan loyo menuju kantor bank Sumut di sekolahku. Kantor yang ukuran lebih kecil dari kelas ini, akan menjadi saksi, siapakah yang akan mewakili sekolah dalam ajang "Erlangga English Speech Contest". Yap! Hari ini adalah hari penentuan, perwakilan sekolah SMP Negeri 1 Medan dalam ajang "Erlangga English Speech Contest". Penyeleksinya tidak lain dan tidak bukan adalah ................ Jreng, jreng! Sir Agus. Guru bahasa Inggris yang terkenal jago banget bahasa Inggris dan kedisplinan berbahasa Inggris-nya yang tinggi ini, akan menyeleksi 20 orang yang nanti-nya akan diambil 10 orang untuk mengikuti lomba "Erlangga English Speech Contest". Sebetulnya, aku sedikit gerogi. Melihat kakak kelas yang sudah jago berbahasa Inggris, hatiku pun mulai ciut. Yang memantapkan aku untu ikut penyeleksian ini adalah kekurangan aku yang tidak bisa bilang huruf "r". Kata kakakku, mamaku, nenekku, kakekku, dan teman-temanku, "orang yang enggak bisa bilang "r", pasti jago bahasa Inggris,".  

"Salsa Putri," panggil sir Agus.

Tibalah waktuku. Aku pun melangkahkan kakiku menuju meja sir Agus. Sesekali aku melirik 4 orang temanku yang masih sibuk menghapal pidato bahasa Inggris (speech) mereka. Aku pun menyerahkan print-out pidatoku dalam bahasa Inggris (speech) kepada sir Agus. Kutarik napas panjang-panjang, kemudian aku mengucapkan salam. Kumulai pidatoku dengan lantang, dan sedikit gerakan tangan.
 **
Hari Kamis, 11 Oktober 2012

Pengumuman perwakilan sekolah dalam ajang "Erlangga English Speech Contest" telah tiba. Jangtungku pun berdetak lebih cepat dari biasanya. Saat sir Agus memasuki kelasku, teman-temanku mulai bertanya, "Sir, yang kepilih siapaa?". Sir Agus pun menjawab, "yang kepilih kak Siti Hafifah anak 8 Archimedes, kak Syakinah anak 9 Galileo, kak Dina anak 9 Benjamin, kak Bella anak 8 Jhonlocke, dan Salsa Putri anak 7 Archimedes,". Aku yang sedang sibuk menulis, langsung kaget. Hah? Aku kepilih? Lalu, bagaiman dengan Saki, Digna, Nita, dan Alya yang juga ikut seleksi? Perasaan mereka pasti hancur. pikirku. Namun, apa yang aku pikirkan tidak seperti dengan kenyataannya. Teman-temanku mengucapkan selamat kepadaku. Hanya Nita-lah yang terlihat sedih. Aku tahu, sahabatku ini memang ingin sekali ikut lomba speech ini. Waktu, SD dulu, dia pernah masuk TOP 50 Lomba Speech se-Nasional. Apa pantas aku senang di atas kesedihan sahabatku sendiri? pikirku. Aku pun bimbang. Namun, tak ada pilihan lain. Aku harus ikut lomba ini. Mungkin, jika aku menang, Nita juga akan ikut senang.

Menang Lomba Menulis

Tanggal 12 Oktober 2012

     Hari ini, aku berniat berselancar di dunia maya. Seperti ada sesuatu yang bagus, deh! batinku. Aku pun menghidupkan notebook-ku. Saat membuka salah satu website, aku terkejut begitu melihat "Pengumuman Lomba Menulis Cerita Liburan". Yap! Bulan lalu, aku memang mengikuti lomba menulis di website tersebut. Pengumuman pemenang diumumkan pada tanggal 09 Oktober 2012. Tapi, berhubung jadwal sekolahku yang begitu padat (pagi-sore), aku baru bisa berselancar di dunia maya sekarang.
     Hari yang benar kutunggu-tunggu tiba. Senang dan deg-deg-an bercampur menjadi satu. *mirip cendol sedikit*. Aku pun membuka pengumuman tersebut. Karena, modemku yang begitu lemot, jantungku pun semakin berdebar-berdebar. Aku pun mulai kebelet untuk buang air kecil (itu memang kebiasaanku kalau melihat sebuah pengumuman ataupun tes kelulusan).Setelah pengumuan itu terbuka, aku pun menggerakkan cursor ke bawah. Dan ternyata.....
     "Kakak, Caca masuk 6 besar lomba menulis!" seruku pada kakakku.
     "Hah? Iya? Mana?" jawab kakakku seraya duduk di depan layar notebook.
     "Wah! Selamat ya, Ca! Kamu memang berbakat dalam bidang menulis," ujar kakakku yang memberi selamat kepadaku.
     "Makasih ya, kak! Tapi, Caca harus belajar lebih banyak untuk menulis. Caca belum terlalu handal dalam bidang menulis. Masih perlu belajar banyak," jawabku.
      Hari itu adalah hari yang sangat menggembirakan bagiku. Ternyata, feeling seseorang memang kuat.

Menang Lomba PCPK Photo Contest

Beberapa hari yang lalu, aku mendapatkan kabar gembira. Kabar gembira itu adalah aku berhasil memenangkan lomba PCPK Photo Contest. Aku senang banget! Sampai jingkrak-jingkrak. Kakakku pun sampai heran ngelihat aku jingkrak-jingkrak nggak jelas. Oh, iya! Pertama kali, aku tahu kemenganku itu dari kak Billy Briliant. Waktu itu, kak Billy datang ke acara "Gathering PCPK". Waktu acara gathering, aku nggak datang. Soalnya, rumahku di Medan, lagipula aku ada ujian di sekolah.

Ini fotonya^_^ Ceritanya lagi masak si kucing kesayangan, Lutung:D

Setelah aku dapat info dari kak Billy, aku langsung kirim inbox ke kak Maisara (alias Sara Mai). Ternyata, kak Maisara juga nggak tahu soal itu. Waktu acara "Gathering PCPK", kak Maisara nggak datang. Jadinya, aku harus menunggu jawaban yang pasti. Kak Sara Mai harus menanyakan terlebih dahulu pada tim PCPK yang datang di acara "Gathering PCPK". Yah, aku pasrah, deh! hehe:D

Tapi, setelah 1 hari menunggu, aku mendapatkan kabar yang begitu bagus. Ternyata, kemenanganku itu memang benar. Aku tinggal menunggu saja hadaihnya. Hadiahnya itu adalah satu paket buku. Aku pun boleh memilih bukunya. Aku pun memilih buku PCPK Temanku yang Menyebalkan. Oh, iya! Karena aku juga sudah mem-follow twitter PCPK, aku mendapat hadiah tambahan.

     Dan hasilnya adalah..... aku mendapatakn buku PCPK Temanku yang Menyebalakan dan buku PCPK Girl Cooking School. hihi... Hadiahnya baru dikirim tadi, saat aku pulang sekolah. Seneng banget rasanya.. *Mood Happy*