Dunia Sepatu

01.05 0 Comments

              Hari ini adalah hari pertama Cilla masuk sekolah setelah liburan yang cukup panjang. Sekarang ia sudah duduk di kelas 4 SD.   
“Cilla, sepatu kamu kok jelek banget, sih!” kata Kamila.
“Enggak ah, Mil. Ini sepatu masih bagus, kok,” jawab Cilla seraya melihat sepatunya.
“Iya, sepatumu itu sih masih bagus. Tapi, model sepatunya itu yang udah nggak zaman. Alias udah jadul,” jawab Kamila dengan sombongnya.
“Yang penting masih bisa dipakai,” sahut Cilla yang langsung pergi meninggalkan Kamila.
**
Ilustrasi diambil dari sini

 “Selamat datang di Dunia Sepatu!” terdengar suara seseorang.
“Hah? Kamu siapa? Aku ada di mana?” tanya Cilla yang masih berusaha membuka kedua matanya.
            “Aku Lupa. Kamu sekarang sedang berada di Dunia Sepatu,” kata salah satu sepatu yang ternyata bernama Lupa.
            “Sepatu? Sepatu kok bisa bicara?” tanya Cilla terkejut.
“Sebaiknya, kamu segera masuk ke rumahku. Karena, di luar sangat berbahaya untuk kamu,” jawab Lupa.
            “Kenapa?” tanya Cilla.
            “Sudah, ayo kita masuk! Nanti, keburu ada yang lihat,” jawab Lupa.
            Cilla pun hanya mengangguk.  
Di rumah Lupa…
            “Wah, rumah kamu keren banget!” puji Cilla. Sudut matanya mulai meneliti sejengkal demi sejengkal isi rumah Lupa.
          “Makasih atas pujiannya. Kamu duduk di sini dulu, ya! Aku mau buatin teh untuk kamua,” sahut Lupa.
            Cilla pun hanya mengangguk.
Beberapa menit kemudian…
            “Ini, silahkan dicicipi,” kata Lupa mempersilahkan. 
            “Oh. Terimakasih….,” kata Cilla seraya menyuruput teh.
            “Hmmm.. yummy..,” ujar Cilla. “Ternyata, kamu jago membuat teh!” puji Cilla.
            “Nggak juga. Yang paling jago itu Lupi. Aku aja belajar dari dia,” sahut Lupa
            “Siapa itu Lupi?” tanyaCilla.
            “Lupi, itu…..,”
            Belum sempat Lupa menjawab apa-apa. Tiba-tiba…
            Toktoktok…
“Hey… Ternyata, benar kata bu Shushi. Kamu berteman dengan seorang manusia,” kata sepasang sepatu Boot yang datang ke rumah Lupa. 
Lupa hanya diam.
“Kurcaci…, cepat tangkap anak itu!” perintahnya pada segerombalan kurcaci yang ikut bersamanya.
            Kurcaci-kurcaci tersebut langsung memborgol tangan Cilla dan membawanya ke kantor polisi di negeri tersebut.
            “Lupa, tolong aku!” teriak Cilla.
            Lupa tetap diam.  
            “Lupa, tolong!” teriak Cilla lagi.
**
“Lupa, tolongggg…..,”
            “Cilla, kamu kenapa? Bangun Cilla, bangun!” sahut mama memanggilkan Cilla.
            “Lupa…,” Cilla pun langsung tersadar dari tidurnya.
            “Kamu mimpi, ya?” tanya mama.
            “Iya, ma. Cilla tadi mimpi di Dunia Sepatu,” jawab Cilla.
            “Kamu ini ada-ada saja. Eh, kamu belum makan siang. Yuk, makan dulu!” ajak mama.
            “Ya, ma. Nanti, Cilla nyusul aja. Cilla mau ganti baju dulu, ma,” jawab Cilla.
            “Ya udah. Mama tunggu di meja makan, ya!” kata mama yang kemudian langsung meninggalkan Cilla di kamarnya.
            Mimpi tadi menyeramkan. Sebaiknya, aku tidak usah meminta mama untuk membelikan sepatu baru untukku. Sepatu lamaku juga masih bagus, kok. Kan, yang penting niat kita untuk ke sekolah, bukan untuk pamerin sepatu. Ujar Cilla dalam hati. Ia pun langsung tersenyum.










0 komentar:

Perjalananku di Hari Pahlawan

00.59 0 Comments



            Tanggal 10 November, adalah hari yang sangat menyenangkan. Karena di hari itu, Dinas Pariwisata kota Medan, mengundang sekolah kami untuk mengikuti acara “PENGENALAN OBJEK WISATA DAN PERMUSEUMAN KOTA MEDAN TAHUN 2011” . Murid yang diajak pun, bukan murid sembarangan. Murid yang diajak adalah murid yang memiliki prestasi di kelasnya. Yaitu, ranking 1-5.
            Aku pun sangat senang. Tapi bukan hanya sekolah kami saja yang diajak, SD An-Nizam pun juga diajak.
            Tapi 3 hari sebelum acara itu, aku jatuh sakit. Padahal, saat itu sedang berlangsung ujian UTS. Jadinya, aku ujian susulan deh!
Tapi saat tanggal 10 November, aku hadir. Karena, aku ingin menghargai sekolahku yang telah mengundangku. Lagi pula, nanti kami diajak berjalan-jalan melihat-lihat objek wisata kota Medan.  Next….

TANGGAL 10 NOVEMBER
            Jam 05.00, aku sudah bangun. Setelah itu aku shalat subuh, dan berdo’a semoga perjalanan nanti berjalan dengan lancar. Setelah shalat, aku pun bergegas untuk mandi. Dan setelah itu aku berganti pakaian, lalu sarapan.
Pukul06.00
            Waktunya berangkat ke sekolah sama mama……………….. Oh, iya! aku lupa kasih tahu, kalau rumahku itu jauh dari sekolah. Rumahku terletak di kab. Sunggal , sedangkan sekolahku di kota Medan. Makanya, setiap hari aku pergi jam 06.00 . Waktu tempuhnya lebih kurang 30 menit. Next……
            Setelah 30 menit berada di jalan, akhirnya aku sampai di sekolah. Aku pun langsung bersalaman kepada mama, dan masuk ke dalam sekolah. Next….
            Sekarang sudah jam 06.30 , kenapa masih sepi ya? Hihihihii…. Itu hal biasa. Karena, bel sekolah akan berbunyi pukul 07.15 . Makanya, murid-murid yang lain belum pada datang. Murid-murid akan datang pada pukul 07.00 .
Pukul 07.15
            Lonceng pun berbunyi …….. aku pun berbaris yang rapi di depan kelas. Ketua kelas pun sudah siap merapikan barisan. Next…
            Saat berada di dalam kelas, guru kami kebingungan. Guru kami sedang bingung, “Mengapa murid-murid yang akan pergi belum dipanggil-panggil”. Next…..
            Beberapa menit setelah guru kami kebingungan, akhirnya datang seotang murid yang memberitahukan, bahwa kami sudah dipanggil untuk berbaris di lapangan sekolah. Next….
            Setelah berbaris di lapangan, kami di kasih instruksi oleh bapak Sunaryo. Pak Sunaryo memberitahu kepada kami, bahwa kami akan berkunjung ke 4 tempat yang ada di Medan, diantaranya: Istana Maemon, Rumah Tjong A Fie, Museum Juang, dan Museum Rahmat Galeri. Kami akan mengunjungi tempat itu, hanya dalam waktu 7 jam. Paling selesainya pukul 15.00
            Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya bus yang akan membawa kami datang. Yipiiii……. Di bus itu tertulis Bus Pariwisata. Karena, bus itu memang bus pariwisata yang sengaja digunakan untuk membawa kami berjalan-jalan. Kami pun berbaris sambil berjalan. Seperti bebek gitu. Heheehheh…  next….
            Setelah sampai di dalam bus, udaranya sangat sejuk. Ya iyalah….. namanya juga bus patas AC. Hihihhhiiiiih….. Tapi, aku duduk di bagian 3 dari belakang. Soalnya, bagian depan sudah penuh sama murid lain. Next….
            Setelah semuanya masuk, bus pun siap berangkat….. perjalanan pun dimulai. Yipiiiii…… Tapi, nanti kami tidak akan langsung berjalan-jalan, melainkan harus mengikuti acara pembukaan di kantor Dinas Pariwisata Kota Medan. Next….
KANTOR DINAS PARIWISATA KOTA MEDAN
Setelah sampai di kantor Dinas Pariwisata kota Medan, ternyata masih sepi. Sekolah An-Nizam saja belum datang. Jadinya, pak guru, bu guru, dan teman-teman pada memanfaatkan waktu luang. Yaitu: berfoto-foto. Karena, di dalam ruangan kantor Dinas  Pariwisata kota Medan banyak miniatur tempat-tempat pariwisata di kota Medan.  Sayangnya, aku tidak membawa kamera. Hixhixhix….    Next……
            Setelah beberapa menit, anak An-Nizam pun datang. Dan acara pembukaan pun dimulai. Bapak perwakilan dari Dinas Pariwisata pun memberikan kata sambutannya. Setelah itu, kami diberikan tas yang berisi kaos dan peralatan sekolah. Tas-nya pun untuk kami. Kami disuruh memakai kaos itu, sebelum berjalan-jalan. Next….
            Kami pun kembali masuk ke dalam mobil. Tapi, kali ini aku memilih duduk di depan. Karena, ingin dekat sama temanku. Pertama-tama, kami pergi ke Istana Maemon dulu. Perjalanan ke Istana Maemon pun dimulai. Breeeemm breeemmm…..
           
ISTANA MAEMON
            Setelah beberapa menit di dalam bus, akhirnya sampai juga di Istana Maemon. Istana Maemon ini terletak di Jln. Brigjend Katamso. Istana Maemon dibangun pada tanggal 28 Agustus 1888 oleh Sultan Makmun Al-Rasyid. Dinding Istana Maemon berwarna hijau dan kuning. Warna hijau melambangkan kesuburan, dan warna kuning melambangkan kekayaan. Di dalam Istana Maemon terdapat 2 buah ruangan utama, yaitu: ruang Balairung, dan ruang Sidang. Next…
            Sebelum masuk ke dalam Istana Memon, kami harus membuka sepatu. Karena, agar kebersihannya terjaga. Di dalam Istana Maemon sangatlah megah, sama seperti Istana-istana lainnya. Saat masuk ke dalam Istana Maemon, kami disuruh duduk di atas lantai. Karena, bapak pemandu wisata, akan memberikan sedikit pengetahuan. Untungnya aku membawa buku Baby Taz (merek buku notes). Heheheheehh…… next
            Setelah kami mendapatkan sedikit ilmu, kami pun dipersilahkan berjalan-jalan mengelilingi Istana Maemon. Aku pun mengajak temanku untuk bekeliling kota Medan. Upppsss salah, maksudnya berkeliling Istana Maemon. Hheheehh…… next
            Aku mengajak temanku yang bernama Fira, untuk berjalan-jalan mengelilingi Istana Maemon bersama-sama. Kami juga sempat berfoto di singgasana raja. Ciiiiisss……… Tapi, sayangnya dilarang untuk duduk di atasnya. Next….
            15 menit pun berlalu, kami harus pergi dari sini. Karena, kami harus pergi ke 3 tempat lagi. Next…..
            Tapi, sebelum pergi ke 3 tempat lainnya, aku sempat melihat Meriam Puntung. Aku juga sempat membaca legenda Meriam Puntung. Next……
            Kami pun segera naik ke dalam bus. Soalnya, takut ketinggalan. Next…..
RUMAH TJONG A FIE
            Setelah dari Istana Maemon, kami pergi ke Rumah Tjong A Fie  yang jaraknya dekat, dan dapat ditempuh dengan waktu 15 menit saja. Dalam waktu 15 menit itu, kami dipandu oleh seorang pemandu wisata.
            Setelah 15 menit, akhirnya sampai juga di Rumah Tjong A Fie. Tapi, sayangnya kami harus menyebrang dulu. Karena, kami tidak bisa masuk ke dalam Rumah Tjong A Fie yang halamannya tidak begitu luas untuk sebuah bus. Next….
            Rumah Tjong A Fie terletak di Jln. Ahmad Yani/Kesawan. Rumah ini adalah milik keluarga Pak Tjong A Fie. Di dalam Rumah Tjong A Fie terdapat 40 kamar.  Pak Tjong A Fie berasal dari suku Cina. Meskipun Pak Tjong A Fie berasal suku Cina, tapi Pak Tjong A Fie sangat dermawan. Semasa hidup dia adalah seorang dermawan yang sangat baik hati. Dia pernah menyumbangkan sebagian hartanya untuk pembangunan Istana Maemon. Oleh karena itu, sekarang Rumah Tjong A Fie menjadi tempat wisata kota Medan untuk mengenang jasanya. Pak Tjong A Fie meninggal pada tanggal 28 Agustus 1921. Next…..
            Sebelum masuk ke Rumah Tjong A Fie, kami berfoto bersama dahulu. Kami pun memasuki Rumah Tjong A Fie yang sedikit mistis. Soalnya, pernah dijadikan lokasi syuting film Cina. Film-nya pun film hantu. Kalian pasti tahu hantu Cina, kan? Next….
            Huhhhh….. capek banget. Soalnya, rumah ini luas banget. Sudah kayak supermarket 2 tingkat. Kami pun sempat masuk ke kamar pak Tjong A Fie semasa hidupnya.  Next….
            Waktu kami pun sudah habis. Saat pulang………………….
            Tapi, ternyata bus kami pergi. Bus kami pergi bukan berarti ninggalin kami, tapi karena bus itu besar dan lebar jadinya dia mencari tempat parkir yang lebih luas. Paling bentar lagi juga datang. Kan, sudah dipanggil lewat telepon. Tapi sebelum pergi lagi, kami pergi ke kebun belakang rumah.
            Setelah dari kebun belakang Rumah Tjong A Fie, kami pun beranjak ke depan halaman Rumah Tjong A Fie .  Disana ada seekor anjing. Anjingnya galak sekalii….. seram…………………. Next…………….
            Setelah beberapa menit, akhirnya busnya datang. Kami pun bersiap untuk berjalan-jalan lagi. Setelah ini, kami akan mengunjungi Museum Juang. Kalau warga kota Medan, pastinya tahu banget. Karena, itu dekat banget sama Sun Plaza (pusat perbelanjaan di kota Medan). Hhihihihhi


MUSEUM JUANG
            Selama perjalanan menuju Museum Juang, kami juga didampingi seorang pemandu wisata. Setiap tempat yang kami lewati, selalu di terangkannya. Kami pun mendapatkan sedikit info.  Next….
            Pemandu wisata itu terus menerangkan berbagai hal tentang kota Medan kepada kami. Tanpa kusadari, ternyata kami sudah sampai di Museum Juang. Yipiiii…..
            Sebelum masuk ke dalam ruangan, aku sempat menulis tentang berdirinya museum ini. Aku melihat dari sebuah ukiran. Aku juga melihat beberapa meriam yang dipakai sewaktu perang. Keren………………
setelah itu kami disuruh berbaris dengan rapi, agar masuk ke dalam ruangannya tertib dan tidak berantakan. Saat memasuki ruangan, aku sempat terharu. Karena, di dalam ruangan depan Museum Juang, banyak kata-kata perjuangan. Seperti “LEBIH BAIK MATI BERKALANG TANAH, DARIPADA HIDUP DIJAJAH”. Pokoknya, kalau masuk di Museum Juang, kita akan merasa sedang berada pada tahun  1942 (zaman Jepang). Next….
Sebelum kami mengelilingi Museum Juang, ada seorang Kapten TNI. Beliau memberitahu kami tentang Museum Juang ini. Dia juga menanyakan “ Hari ini, hari apa?” kami pun menjawab “Hari pahlawan”. Beliau pun senang. Karena, anak SD seperti kami masih mengingat hari pahlawan. Belum tentu orang dewasa mengingat hari pahlawan. Beliau pun mempersilahkan kami mengelilingi Museum Juang. Tapi sebelum itu, ia memperingatkan kami untuk berhati-hati saat naik tangga, karena tangganya sudah lama. Next….
Aku dan Fira pun langsung naik ke atas. Setelah sampai si atas, mata kami tertuju pada sebuah perpustakaan. Akhirnya kami memutuskan untuk masuk ke dalamnya. Setelah masuk, aku melihat berbagai album, dan beberapa buku tentang peperangan. Aku pun tertarik untuk membuka album tua. Di dalam album itu, aku meliahat beberapa foto yang menarik. Diantaranya: tentang tugu-tugu bersejarah, dan keadaan penduduk setelah Indonesia merdeka. Aku melihat senyuman di wajah mereka. Aku pun sempat terharu.  Next……………….
Setelah puas berada di dalam perpustakaan, kami pun setuju untuk pergi ke tempat lain. Kami pun ingin pergi ke tempat penyimpanan berbagai koleksi mata uang. Setelah dari tempat penyimpanan berbagai koleksi mata uang, aku dan Fira pergi ke tempat koleksi berbagai jenis meriam. Diantaranya: meriam SP Bazoka yang mampu menaklukkan pesawat. Wawwww…… dan meriam SMS Browning. Tapi, diantara semua meriam itu, aku lebih tertarik melihat meriam tomong. Ternyata, lagu itu memang diambil dari kisah nyata. Dan aku pun baru tahu, ternyata meriam tomong itu hanya senjata untuk menakuti para penjajah. Meriam itu tidak berpeluru. Karena, bentuknya yang besar, para penjajah takut melihat meriam ini. Waawwww… amazing. Ternyata orang Indonesia banyak akal.  Next…………..
Wah, ternyata waktu kami sudah 15 menit. Kami pun segera berpamitan pulang kepada bapak-bapak TNI. Sebetulnya, aku sedih. Karena, aku harus meninggalkan tempat yang menyimpan berbagai benda bersejarah. Tapi, apa boleh buat. Aku harus melanjutkan perjalanan lagi. Next….
Kami pun langsung berlari ke arah bus. Tapi, tiba-tiba Fira minta tolong untuk foto dia di dekat meriam. Ya udah, deh!  Setelah, itu kami pun berlari ke arah bus. Next…

MUSEUM GALERI RAHMAT (WILDLIFE INTERNATIONAL MUSEUM)
          Setelah dari Museum Juang, kami pun pergi menuju Museum Rahmat Galeri. Di dalam perjalanan, pemandu wisata itu juga kembali menerangkan berbagai hal. Aku pun segera mengambil buku. Next…………….
            Di Museum Rahmat Galeri ini adalah tempat terakhir yang kami kunjungi. Museum ini terletak di Jln. S. Parman. Di tempat ini juga acara penutupan akan berlangsung. Di sini kami juga akan makan siang bersama. Oh, iya! apakah aku sudah mengatakan, bahwa Galeri Rahmat adalah tempat hewan-hewan buruan yang sudah dibekukan. Eiiitttsss… tapi, jangan salah sangka, karena hewan di sini tidak diburu secara illegal, melainkan ada izin dari pemerintah Indonesia. Museum ini adalah milik keluarga pak Rahmat Syah. Pak Rahmat Syah sangat suka berburu. Dia juga mengajarkan beberapa anaknya berburu. Setelah bertahun-tahun berburu, akhirnya ia memiliki banyak binatang koleksinya. Akhirnya, atas persetujuan pemerintah, ia membangun Museum Rahmat Galeri. Museum ini berdiri pada tanggal 13 November 2007, berarti bentar lagi ulangtahun dong! Hihihihi….. Next……………
Setelah beberapa menit, kami pun sampai di Museum Rahmat Galeri. Sebelum masuk, aku sempat bertanda tangan di spanduk. Di spanduk itu, memang khusus bagi para pengunjung. Bisa dikatakan buku tamu. Tapi sebelumnya, kami harus membuka sepatu. Aku pun membuka sepatuku dan meletakkannya di rak sepatu yang telah disediakan.  Setelah itu kami disuruh berbaris rapi. Masuknya pun satu-satu dan pelan-pelan. Karena, kakak petugas harus menghitung jumlah kami. Next….
            Setelah sampai di dalam, aku sangat takjub. Karena, seperti di alam liar. Di sini ada berbagai macam hewan yang sudah dibekukan. Badan hewan-hewan ini terbuat dari fiberglass. Dan sebagian lainnya asli. Di sini juga ada koleksi kupu-kupu. Keren……………. Next………
            Setelah puas berkeliling, kami pun di panggil untuk makan siang di ruangan Lagent Room. Lagent Room ini adalah ruangan koleksi foto Pak Rahmat. Di Lagent Room juga tempat rapat para tamu kehormatan. Next…
            Sebelum makan siang, kami semua menonton sebuah rekaman tentang pengesahan Museum Rahmat Galeri di Bali. Di rekaman itu, ada bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan ibu Ani Yudhoyono. Tidak hanya Rahmat Galeri, Kebun Binatang Pematang Siantar juga disahkan. Rekamannya seru………….. Next…….
            Setelah melihat rekaman itu, kami pun makan siang. Kami makan siang dengan ayam goring dan minumannya teh pucuk harum. Sedapnya…………………..              Setelah makan siang, acara penutupan pun dimulai. Bapak perwakilan dari Dinas Pariwisata memberika kata sambuatannya kembali. Bapak perwakilan dari Dinas Pariwisata juga berterima kasih atas kehadiran kami. Setelah itu, kami pun berpamitan kepada Bapak perwakilan Dinas Pariwisata. Satu persatu dari kami pun bersalaman kepada Bapak perwakilan Dinas Pariwisata. Next………
            Kami pun langsung menuju bus. Tapi, sebelum masuk ke dalam bus, aku sempat menulis tanda tangan lagi di spanduk tadi.
            Setelah itu kami masuk ke dalam bus. Aku pun langsung mengambil tasku yang aku taruh di atas. Huh….. aku pun sempat berkata bye all…………………. dalam hatiku.
            Sesaat sebelum pergi, ada kejadian lucu loh! Beberapa temanku sempat mengejek anak An-Nizam. Ada-ada saja.
Ada juga satu lagi. Salah satu temanku sempat nge-reff di dalam bus. Teman-teman yang lain pun tertawa dan senang. Mereka senang dengan suara temanku itu yang mahir sekali nge-reff. Hehehee…………..
Ya sudah. Sampai sini dulu, ya ceritaku! Bye bye……….





 






0 komentar: